penyuluh pertanian, Uncategorized

Pemanfaatan jerami padi sebagai kompos Jerapa Dg.

Produktivitas yang maksimal adalah dambaan setiap petani dalam berusahatani.

Salah satu cara yang dilakukan oleh petani untuk menggenjot produksi adalah dengan

penggunaan pupuk anorganik. Pada kenyataanya, penggunaan pupuk anorganik memang

dapat meningkatkan jumlah produksi usahatani. Berdasarkan pada kondisi itulah, petani

cenderung tergantung pada pupuk anorganik. Sebenarnya penggunaan pupu anorganik

juga berdampak baik pada usahatani jika dilakukan dengan cara tepat dan bijaksana, selain

itu penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus menerus tanpa diimbangi

penggunan pupuk organik justru berdampak pada kerusakan kesuburan tanah serta dapat

mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme dalam tanah,

Penambahan dan Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat menjadi solusi untuk

mempertahankan kesuburan tanah dengan menekan terjadinya kerusakan tanah dan

hilangnya mikroorganisme tanah. Salah satu limbah pertanian yang dapat dijadikan bahan

baku utama pupuk organik adalah jerami padi. Selain jerami, Tanaman Gamal (bahasa

Daerah Makulata atau disebut kayu pagar atau kayu kambing) juga berpotensi sebagai

bahan baku untuk pembuatan pupuk organik. Berdasarkan pada potensi tersebut, Balai

Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Bulango Timur

memberikan informasi tentang pengolahan jerami padi menjadi pupuk organik berupa

Kompos Jerapa DG (Kompos Jerami Padi dan Daun Gamal). Berikut penjelasan singkatnya:

Jerami padi mengandung berbagai unsure penting yang sangat bermanfaat bagi

tanah dan tanaman. Di Indonesia rata-rata kandungan unsur hara yang terkandung dalam

jerami padi adalah 0,4 % N, 0,02 % P, 1,4 % K dan 5,6 % Si. Dan yang perlu diketahui

adalah ketika kita memanen padi 5 ton/ha akan dihasilkan jerami sebanyak 7,5 ton yang

mengandung 45 kg N, 10 Kg P, 125 Kg K, 10 Kg S, 350 Kg Si, 30 Kg Ca 10 Kg Mg.

Gamal memiliki kandungan unsur nitrogen cukup tinggi dan C/N menyebabkan

tanaman ini mudah mengalami dekomposisi. Daun Gamal memiliki kandungan hara seperti

N sebesar 3.15 %, P sebesar 0,22 %, K sebesar 2,65 %, Ca sebesar 1,35 % dan 0,41 Mg

(Parratte, 2008)

MANFAAT KOMPOS JERAPA DG

Kompos Jerapa DG bermanfaat untuk :

1. Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan.

2. Menambah daya ikat air dan mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara.

3. Memberikan ketersediaan bahan makanan bagi mikroba.

4. Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang

merugikan.

PROSES FERMENTASI KOMPOS JERAPA DG

A. Alat dan bahan

Alat yang diperlukan dalam pembuatan Kompos Jerapa DG antara lain ember, gembor,

sekop, cangkul, meteran, thermometer dan karung plastic sedangkan bahan yang

digunakan adalaj jerami padi, daun gamal, dedak, EM 4 dan molasses / gula merah.

B. LANGKAH KERJA

1. Persiapan alat dan bahan.

2. Jerami padi dan daun gamal dikeringkan dengan sinar matahari.

3. Jerami padi dan daun gamal yang telah kering dihaluskan dengan mesin penggiling.

4. Jerami padi daun gamal yang telah dihaluskan, diukur sesuai formulasinya yaitu jerami

padi 3 ember dan daun gamal 2 ember ditambahkan 1 ember dedak kemudian dicampur

rata dan ditambahkan air seperlunya.

5. EM 4 dan molasses/gula merah dilarutkan dalam 1 ember air dengan dosis Em 4 20 cc

dan didiamkan selama 15 menit

6. Setelah itu, larutan dicampurkan dengan bahan campuran jerami padi, daun gamal dan

dedak kemudian diaduk sampai rata/homogen.

7. Setelah bahan 6 tercampur rata, ditumpuk dengan ketinggian 15-20 cm kemudian ditutup

dengan karung, dikomposkan selama 6 minggu. Setiap minggu dilakukan pembalikkan.

8. Suhu bahan yang ditumpuk dipertahankan antara 40 – 50 O C. untuk mengontrolnya

dilakukan pengamatan suhu setiap hari. Apabila suhunya tinggi bahan tersebut dibalik,

didiamkan sebentar agar suhunya turun lalu ditutup kembali

9. Setelah 6 minggu, maka akan menjadi kompos dengan ciri-ciri warna hitam, gembur,

tidak panas, dan tidak berbau. Dengan kondisi demikian maka kompos tersebut dapat

digunakan sebagai pupuk.

 

Advertisements