Ekonomi, infrastruktur, Kecamatan, Keuangan, Uncategorized

Rp 3,6 Miliar Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur

217905186387540.JPGBONE BOLANGO – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone Bolango melalui program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri, dalam hal ini pengembangan pasar dan distribusi barang atau produk lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017, kembali melakukan pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur di Kecamatan Bulango Timur.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, pada peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur, Jumat (21/7), mengatakan maksud pemerintah melakukan pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur tersebut adalah untuk mempermudah pelayanan masyarakat dalam distribusi perdagangan dan jasa dan transaksi perdagangan yang reprentatif.
Sementara tujuannya adalah untuk menciptakan suasana pasar rakyat yang sehat, bersih dan nyaman, dan mendukung pengembangan holding ground pengembangan peternakan dengan menjadikan pusat layanan suplay dan distribusi ternak sehat dan daging segar.
Dihadapan mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Basir Noho menyebutkan adapun sumber pendanaan dari pembangunan revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur ini bersumber dari Pagu DAK tahun anggaran 2017, senilai Rp 1.612.683.000 atau Rp1,6 miliar dengan pelaksana CV. Gita Agribisnis dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja.
Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan kios 4 unit, kantor 1 unit, pekerjaan Los 50 petak, gudang 1 unit, mushallah, toilet dan tempat wudhu, cooling storage, dan pekerjaan penunjang lainnya seperti parkir dan lain sebagainya.“Revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur ini dibangun dilahan seluas 4.113 m², total luas bangunan 1.421 m²,”jelas Basir Noho.
Basir menambahkan selain membangun revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur, pihaknya juga lewat Pagu DAK tahun anggaran 2017 melakukan revitalisasi pasar rakyat Mopuya Kecamatan Bulawa dengan anggaran senilai Rp 1.017.285.000. (Humas/Kadir)

 

Ekonomi, infrastruktur, Uncategorized

Rachmat Gobel Letakan Batu Pertama Revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur

299640191060953.JPGBONE BOLANGO – Mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel yang merupakan tokoh nasional asal Kabupaten Bone Bolango, yang saat ini diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Utusan Khusus untuk hubungan dengan Jepang, melakukan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur yang didesain menjadi Pasar Hewan di Kabupaten Bone Bolango yang berlokasi di Kecamatan Bulango Timur, Jumat (21/7).
Didampingi Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Rachmat Gobel sebelum meletakkan batu pertama pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur, mempersilahkan sejumlah peternak sapi yang hadir pada kesempatan itu, baik dari kaum bapak dan ibu untuk memulai lebih dulu peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi pasar rakyat tersebut. Setelah itu disusul Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan terakhir dirinya.
Sebelumnya, Rachmat Gobel dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan pasar rakyat ini merupakan bagian dari program Presiden RI Joko Widodo, yakni sebanyak 5.000 pasar di seluruh Indonesia, baik itu pasar baru maupun pasar yang direvitalisasi.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu program nawacita Presiden RI untuk bagaimana mendorong perekonomian rakyat. Karena Presiden ingin membangun ekonomi itu dari pinggiran bukan dari pusat semata-mata.
Oleh karena itu, kata Rachmat Gobel, semua fasilitas dan infrastruktur harus dibangun di daerah-daerah yang memang betul-betul mempunyai potensi dan bisa mendorong potensi itu menjadi satu nilai tambah.
”Jadi program pembangunan sebanyak 5.000 pasar ini, termasuk untuk pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat di Bulango Timur ini merupakan keinginan dan program Presiden kita, dalam upaya membangun ekonomi dari pinggiran, terutama untuk mendorong perekonomian rakyat di daerah-daerah,”katanya.
Rachmat Gobel pun memberikan apresiasi terhadap keberanian Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang telah memprogramkan, memiliki visi dan berusaha tentang bagaimana mendorong ekonomi rakyat di Bone Bolango. Kata Rachmat Gobel, dulu sejak dirinya menjabat Menteri Perdagangan, Bupati Bone Bolango Hamim Pou itu, orangnya sangat aktif dan agresif bahkan sangat luar biasa, serta memiliki semangat dan kemauan yang luar biasa pula.
“Waktu saya masih Menteri Perdagangan, itu beliau sangat aktif dan berusaha datang ke Kantor Kementerian Perdagangan untuk bisa mendapatkan kesempatan maupun anggaran. Alhamdulillah apa yang diharapkan itu bisa direalisasikan,”tutur Rachmat Gobel dan mengatakan padahal sebelumnya Gorontalo kurang mendapatkan perhatian. Jadi adanya program pembangunan pasar rakyat di Bone Bolango ini, itu tidak lepas dari peran dan perjuangan serta lobi-lobi Bupati Bone Bolango Hamim Pou di Kementerian Perdagangan hingga saat ini.
Untuk itu, Rachmat Gobel menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang telah bisa mempergunakan kesempatan tersebut dengan baik. Meski pun dirinya saat ini sudah tidak lagi menjabat Menteri Perdagangan, tapi usaha dan lobi-lobi itu tetap jalan terus, sehingga tahun ini Kabupaten Bone Bolango kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian Perdagangan, untuk pembangunan pasar rakyat di Bulango Timur, khusus untuk pasar hasil peternakan dan hasil pertanian.
“Tahapan sudah dilakukan pada hari ini, yakni peletakan batu pertama untuk pembangunan pasar hewannya. Nanti kedepan kita akan bangun tempat pemotongannya dan juga kita bangun industrinya, dan para peternak kita akan bangun mereka menjadi pengusaha ternak,”ujar Rachmat Gobel.
Sementara itu, Bupati Hamim Pou mengatakan kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena satu lagi berkah untuk Bone Bolango, yakni dimulainya pembangunan pasar rakyat di Bulango Timur, yang kita khususkan dan kita identikan menjadi pasar sapi atau pasar hewannya Kabupaten Bone Bolango.
Kata Bupati Hamim Pou, kenapa pasar hewan ini harus di bangun di Bone Bolango? Ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu para peternak sapi di wilayah Bone Bolango. Karena selama ini para peternak sapi di Bone Bolango kalau mau jualan sapi mereka, itu harus pergi ke pasar hewan Pulubala, Batudaa Kabupaten Gorontalo. Itu jauh sekali tempatnya bahkan ada yang sampai ke Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.
Anehnya, lanjut Bupati orang Bone Bolango yang jualan sapi disana, tapi yang beli orang Bone Bolango juga. Akhirnya sapi yang tadinya di bawa dari Bone Bolango, di bawa pulang lagi ke Bone Bolango. Karena itulah, kenapa dibuat pasar hewan di Bulango Timur, Bone Bolango.”Pasar hewan ini kita buat disini dan sebentar lagi akan kita bangun juga rumah potong hewan. Jadi ada pasarnya, ada rumah potong hewannya disini,”ujar Hamim Pou. (Humas/Kadir)

Ekonomi, Kecamatan, Uncategorized

Asisten II Launching Pengolahan Komoditas Aren Jadi Bahan Baku Etanol

Asisten II Resmikan Pengolahan Komoditas Aren Jadi Bahan Baku Etanol.jpgBONE BOLANGO – Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Bone Bolango, Tanwir Ali meresmikan maupun melakukan launching inovasi cluster model pengolahan komoditas aren menjadi bahan baku etanol dan gula semut di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Jumat (14/7).
Asisten II Tanwir Ali dalam sambutannya mengatakan, cluster model pengolahan komoditas aren ini merupakan salah satu inovasi dari Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Investasi, Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango Mohamad Dj. Kiayi yang juga peserta Diklat PIM III angkatan 16 PKP2A LAN RI Makassar tahun 2017.
Menurutnya, cluster model pengolahan komoditas aren ini menjadi sesuatu yang khas di Kecamatan Tilongkabila, utamanya di tiga desa yakni Desa Lonuo, Desa Tunggulo dan Desa Butu. Namun untuk saat ini, masih di fokuskan di Desa Lonuo sebagai langkah awal untuk memulai inovasi tersebut.
Tanwir mengungkapkan Desa Lonuo merupakan salah satu desa di Kecamatan Tilongkabila yang memiliki banyak tanaman pohon aren dan menghasilkan banyak air nira (dalam bahasa Gorontalo Bohito atau Saguer). Namun keberadaan air nira selama ini disalahgunakan dan dijadikan masyarakat maupun petani setempat sebagai bahan baku minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus.
Karena itu, Tanwir Ali berharap mudah-mudahan dengan adanya inovasi pengolahan komoditas aren ini menjadi bahan baku etanol. Ini akan menjadi langkah maupun jalan keluar atau solusi yang tepat untuk memberhentikan dan mengubah kebiasaan negatif petani aren setempat selama ini yang mengolah air nira sebagai minuman keras jenis Cap Tikus.
Kata Tanwir Ali, kalau hanya ingin memberhentikan orang yang membuat Cap Tikus itu mudah sekali, tapi itu tidak akan maksimal. Karena ketika dihentikan disini pengolahannya, pasti ditempat lainnya muncul lagi.”Makanya inovasi inilah yang paling bagus sebagai alternatif dan menjadi solusi yang tepat untuk memberhentikan dan mengubah kebiasaan para petani aren selama ini yang mengolah air nira sebagai minuman keras jenis Cap Tikus,”urai Tanwir Ali.
Menurutnya, berbicara masalah etanol ini, adalah bahan baku yang sangat-sangat diperlukan.”Itu bahan baku dari spritus adalah bahan baku dari etanol, begitu juga alkohol yang di pakai di Rumah Sakit dan Puskesmas itu bahan bakunya dari etanol,”ulas Tanwir Ali.
Dia menambahkan, ini peluang besar bagi para petani dan pengolah komoditas aren. Tinggal bagaimana kita mengembangkan inovasi ini sekaligus tetap menjaga kualitasnya agar tetap bagus.”Saya kira ini peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan, bagaimana merubah sesuatu dari negatif misalnya mengolah air nira dari aren sebagai minuman keras beralkohol jenis Cap Tikus, menjadi bahan baku etanol,”tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut Tanwir Ali, inovasi ini perlu dukungan dari semua pihak, terutama Camat Tilongkabila, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.”Saya minta ini di dukung, kalau selama ini kita hanya menutup dan menangkap para pengolah minuman keras jenis Cap Tikus, maka mulai sekarang mari kita sama-sama membina bagaimana para petani dan pengelola aren ini bisa lebih meningkatkan taraf hidupnya.
“Insya Allah melalui inovasi pengolahan komoditas aren menjadi bahan baku etanol ini, pendapatan masyarakat petani dan pengolah aren disini semakin meningkat. Mari kita jaga dan terus kita kembangkan inovasi ini secara bersama-sama, sehingga ini menjadi satu kawasan maupun cluster yang berguna bagi masyarakat disini,”tutupnya. (Humas)

desa, Ekonomi, Keuangan, Uncategorized

Dana Desa-ADD Harus Berkolerasi Pada Penurunan Angka Kemiskinan

65275415850896BONE BOLANGO – Seiring dengan adanya pengalokasian Dana Desa (DD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Alokasi Dana Desa (ADD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan di desa terus menurun.
Penegasan ini disampaikan Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat memberikan arahan pada rapat koordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan Botupingge tahun 2017 yang diikuti seluruh aparat desa se Kecamatan Botupingge, bertempat di Aula Kantor Camat Botupingge, Kamis (13/7).
Bupati Hamim Pou pada kesempatan tersebut, meminta dan memerintahkan kepada seluruh aparat desa di Kecamatan Botupingge agar penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa dan ADD harus berkolerasi pada dua hal, yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa.“Dua hal itu yang saya minta dari bapak dan ibu Kepala Desa disini, yaitu kemiskinan harus turun, lalu pelayan publik semakin membaik di desa saudara-saudara,”tegasnya.
Kata Bupati, nantinya dua hal yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa, ini akan menjadi raport bagi para kepala desa yang sudah mau berakhir masa jabatannya dan ingin maju lagi di dalam pemilihan kepala desa periode berikutnya.
”Jadi jika kedepan ada pemilihan kepala desa, maka saya akan melihat capaian dari dua hal tersebut. Kalau mau maju lagi, maka kinerjanya harus baik dan pekerjaannya harus bagus dengan dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan dan membaiknya pelayanan publik di desanya,”ujar Bupati Hamim Pou.
Tegas Bupati, penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa menjadi salah satu instrumen dari kontrak kinerja para kepala desa dengan Bupati.”Ini menjadi salah satu instrumen untuk menilai kinerja apakah kepala desa tersebut, sebagai petahana yang ingin mau maju lagi di pemilihan kepala desa periode berikutnya, layak diberi rekomendasi atau tidak oleh kepala daerah,”ujar Bupati Hamim Pou.
Bupati Hamim Pou menyebutkan bahwa Kecamatan Botupingge saat ini masih memiliki jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 479 RTM.”Sebanyak 479 RTM ini, kalau dihitung-hitung setiap desa dari 9 desa di Kecamatan Botupingge mengeluarkan 15 RTM setiap tahunnya, maka ada 135 RTM yang keluar dari RTM setiap tahun,”tandasnya.
Karena itulah, lanjut Bupati sengaja dia turun langsung berdiskusi dengan seluruh kepala desa dan aparat desa se Kecamatan Botupingge. Kenapa saya keliling bertemu dengan para kepala desa dan perangkat desa disini?. Ini semata-mata ingin mendisikusikan tentang bagaimana menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Botupingge yang masih 479 RTM tersebut.
Bupati menambahkan saat ini dan kedepannya kita punya target dan tekad bahwa jumlah penduduk miskin RTM di Bone Bolango dari tahun ke tahun harus turun. Tidak boleh naik atau bertambah. Apalagi sekarang uang di desa sudah banyak, maka ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan.
“Dulu tidak ada uang di desa ada penurunan kemiskinan, sekarang uang di desa banyak lalu kemiskinan tidak turun, maka ini akan menjadi pertanyaan besar kemana uangnya? Apakah kepala desa dan perangkatnya bekerja atau tidak. Apakah rakyat pilih atau tidak. Ini menjadi gugatan sekaligus menjadi renungan buat kita semua,”pungkas Bupati Hamim Pou. (Humas/Kadir)

Ekonomi, kependudukan, Uncategorized

Bupati Optimis Bulango Selatan Lebih Cepat Turunkan Angka Kemiskinan

327934421789610.JPGBONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengaku optimis dan meyakini dari 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bulango Selatan akan lebih cepat dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.
“Saya yakin betul dan optimis, Bulango Selatan bisa lebih cepat untuk menurunkan angka maupun jumlah rumah tangga miskin (RTM) dibandingkan 17 kecamatan lainnya,”ujar Bupati Hamim Pou disela-sela memberikan sambutan dan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bulango Selatan yang di gelar di Aula Serba Guna UPK. Kecamatan Bulango Selatan, Rabu (8/2).
Pasalnya, Bupati menyakini Kecamatan Bulango Selatan bisa lebih cepat menurunkan angka dan jumlah RTM di wilayah tersebut, karena di dukung dengan luas wilayah yang tidak begitu luas, sehingga mudah koordinasi walaupun terbatas lahan.
Selain itu, posisi dan letak Kecamatan Bulango Selatan yang dekat dengan Ibu Kota Provinsi Gorontalo yakni Kota Gorontalo. Kemudian juga sebagian besar kantor-kantor pemerintahan Provinsi Gorontalo ada di Kecamatan Bulango Selatan.”Harusnya Bulango Selatan menjadi role model untuk penurunan angka memiskinan maupun dengan lengkapnya infrastruktur di kecamatan ini,”kata Bupati Hamim Pou.
Bupati menambahkan, Pemkab Bone Bolango berusaha dari waktu ke waktu untuk bisa menurunkan jumlah RTM di daerah ini, termasuk di Kecamatan Bulango Selatan lewat berbagai program pemberdayaan maupun bantuan-bantuan.
Bupati pun menegaskan bagi RTM penerima bantuan dari pemerintah daerah tersebut, nantinya akan ada pernyataan tekad, bahwa setelah 2 tahun tidak lagi masuk dalam RTM. Supaya betul-betul program yang digelontorkan oleh pemerintah daerah kelihatan hasilnya, yakni dengan turunnya angka kemiskinan di daerah ini. (Hms/Kadir)

Ekonomi, Uncategorized

Desa Lonuo Jadi Cluster Model Pengolahan Komoditas Aren

199648334037290.JPGBone Bolango – Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango melaksanakan sosialisasi cluster model pengolahan komoditas aren di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, bertempat di aula kantor Desa Lonuo, Sabtu (8/7).

Kegiatan yang melibatkan anggota DPRD Bone Bolango Yusuf Kune, Dinas Perindagkum, Dinas PMD, Dinas Sosial, Kepala Bagian Ekbang, Camat Tilongkabila, Babinsa, dan Kepala Desa Lonuo tersebut, diikuti oleh petani maupun pengolah aren di desa setempat.

Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango, melalui Kabid Perencanaan Ekonomi dan Investasi Mohamad Dj. Kiayi, mengatakan, sengaja dirinya memilih Desa Lonuo menjadi cluster model pengolahan komoditas aren di Kabupaten Bone Bolango tahun 2017 dalam proyek perubahan (Proper) Diklat PIM III, karena Desa Lonuo merupakan salah satu desa di Kecamatan Tilongkabila yang memiliki angka kemiskinan yang tinggi.

Dimana menurutnya, sebagian penduduknya menggantungkan hidupnya secara turun-temurun sebagai petani aren.”Mereka mengolah nira aren menjadi etanol dengan peralatan sederhana,” katanya.

Ia menjelaskan olahan nira aren menjadi bahan minuman keras yang sohor dengan sebutan Bohito atau Saguer (bahasa Gorontalo) dengan kadar etanol 24%. Sedangkan bila diproses lebih lanjut dengan penyulingan menghasilkan etanol 35% sebagai bahan minuman keras yang dikenal dengan Cap Tikus.

“Cap Tikus merupakan jenis minuman yang memabukkan, sehingga diharamkan dari sisi agama. Usaha ini tetap dilakukan meskipun Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian telah beberapa kali melakukan razia,”jelasnya.

Melihat pengalaman ini, lanjut Mohamad Dj. Kiayi, sudah selayaknya masyarakat petani aren harus diberdayakan dan dicarikan alternatif lain sebagai solusi adaptif agar masyarakat tetap bertahan hidup dari himpitan ekonomi tanpa meninggalkan lapangan pekerjaan yang sudah dilakukan secara turun-temurun sebagai petani aren.

Berdasarkan fenomena ini diperlukan adanya upaya untuk memberdayakan petani aren sehingga mereka bisa keluar dari masalah himpitan ekonomi. ”Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaaan ekonomi petani aren yang bertalian erat dengan kehendak dan aspirasi masyarakat secara sistematis,”tuturnya.

Salah satunya, adalah melalui diversifikasi nira aren dengan cara mengolah nira aren yang sebelumnya hanya diolah menjadi bahan minuman keras berupa saguer atau bohito dan cap tikus menjadi berbagai jenis bahan pangan yang bernilai ekonomi dan positif seperti gula aren cetak, gula aren serbuk, aneka minuman instan bioethanol sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Dengan melakukan pendampingan dan penggunaan teknologi yang lebih modern akan mendapatkan hasil yang berkualitas dan berdaya saing.

Nira aren dapat diproses menjadi beberapa jenis produk makanan olahan yang higienis dan aman pangan seperti gula aren cetak, gula aren serbuk, aneka minuman instan berkasiat dan juga dapat dibuat sebagai bahan baku bioethanol untuk kebutuhan BBM sebagai bahan bakar mobil dan kebutuhan industri seperti farmasi dan kosmetik.

Mohamad Dj. Kiayi mengungkapkan tujuan pihaknya memilih Desa Lonuo menjadi cluster model pengolahan komoditas aren, di antaranya adalah pengolahan komoditas aren menjadi gula aren cetak, gula semut dan Alkohol sebagai bahan baku bioethanol yang berkualitas dan berdaya saing.

Selain itu, merangsang pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui pemasaran hasil industri Pengolahan Komoditas aren di Kabupaten Bone Bolango, dan menumbuhkan sikap kemandirian dan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Tilongkabila melalui pengolahan komoditas aren sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

“Manfaat dari cluster model pengolahan komoditas aren, itu bisa meningkatkan pendapatan masyarakat petani aren dengan diversifikasi produk dari aren, terbentuknya kelompok usaha baru, mengurangi pengangguran, dan mewujudkan salah satu prioritas pembangunan daerah yaitu pengurangan rakyat miskin dan pengentasan desa tertinggal,”urainya. (Humas/Kadir)

Ekonomi, Keuangan, Uncategorized

Bupati Pelototi Dana Desa Se Kecamatan Tilongkabila

352720599927539Harus Ada Kontribusi Untuk Penurunan Kemiskinan

BONE BOLANGO – Ada 14 desa se kecamatan Tilongkabila yang mengelola dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Total untuk dana desa ke 14 desa se kecamatan Tilongkabila Sebesar Rp 10,7 Miliar dan untuk ADD sebesar Rp 4,25 Miliar. Hal ini menjadi perhatian Bupati Bone Bolango Hamim Pou. Kamis (6/7) kemarin, Bupati menekankan dana yang dikelola oleh Desa di Kabupaten Bone Bolango harus berdampak pada penurunan angka kemiskinan di desa secara riil.

Kegiatan monitoring Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terhadap pelaksanaan dan pengelolaan dana desa se Kecamatan Tilongkabila yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi tersebut bertujuan bagaimana strategi menurunkan angka kemiskinan. Satu persatu Bupati Hamim Pou memantau kondisi dana desa serta jumlah kemiskinan di setiap desa di 14 Desa di Kecamatan Tilongkabila. Hadir pada rakor monitoring pengelolaan dana desa Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma, Camat Tilongkabila Marten Hunawa, pimpinan SKPD dan kepala desa se kecamatan Tilongkabila.
Dalam pemaparannya Camat Tilongkabila Marten Hunawa mengatakan, di Kecamatan Tilongkabila memiliki jumlah penduduk 18047 dengan jumlah KK sebesar 4994 sementara jumlah keluarga miskin sebanyak 2274. Marten menyampaikan beberapa faktor penyebab adanya permasalahan kemiskinan di Tilongkabila, diantaranya tidak tersedianya lapangan kerja yang pasti, kepala keluarga miskin banyak yang hanya bekerja musiman, seperti pekerja serabutan. Selain itu, kendala lainnya adalah kurangnya kemampuan dan keterampilan kerja.

Sehingga itulah, pemerintah kecamatan dan desa langsung mempersiapkan strategi penurunan angka kemiskinan. Diantaranya melalui pelatihan yang memadai terkait peningkatan keterampilan dan kemampuan untuk jenis usaha tertentu, serta program-program lainnya yang bisa mengintervensi penurunan kemiskinan di Tilongkabila. “Satu hal yang penting juga adalah adanya kewenangan kepala desa dalam mengintervensi data kemiskinan,”terang Camat.

Sementara itu, Bupati Hamim Pou memberikan garansi kepada desa-desa untuk kiranya ketersediaan dan pengelolaan dana desa dan ADD bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan secara riil. “saya butuh hasil yang riil dalam pengelolaan dana desa dan ADD ini. Saya ingin hasilnya harus berdampak terhadap penurunan kemiskinan dan itu wajib tercapai.” tutur Hamim. (hms/Afik/ask)