Uncategorized, Ekonomi, Keuangan, infrastruktur, Kecamatan

Rp 3,6 Miliar Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur

217905186387540.JPGBONE BOLANGO – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone Bolango melalui program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri, dalam hal ini pengembangan pasar dan distribusi barang atau produk lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017, kembali melakukan pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur di Kecamatan Bulango Timur.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, pada peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur, Jumat (21/7), mengatakan maksud pemerintah melakukan pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur tersebut adalah untuk mempermudah pelayanan masyarakat dalam distribusi perdagangan dan jasa dan transaksi perdagangan yang reprentatif.
Sementara tujuannya adalah untuk menciptakan suasana pasar rakyat yang sehat, bersih dan nyaman, dan mendukung pengembangan holding ground pengembangan peternakan dengan menjadikan pusat layanan suplay dan distribusi ternak sehat dan daging segar.
Dihadapan mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Basir Noho menyebutkan adapun sumber pendanaan dari pembangunan revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur ini bersumber dari Pagu DAK tahun anggaran 2017, senilai Rp 1.612.683.000 atau Rp1,6 miliar dengan pelaksana CV. Gita Agribisnis dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja.
Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan kios 4 unit, kantor 1 unit, pekerjaan Los 50 petak, gudang 1 unit, mushallah, toilet dan tempat wudhu, cooling storage, dan pekerjaan penunjang lainnya seperti parkir dan lain sebagainya.“Revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur ini dibangun dilahan seluas 4.113 m², total luas bangunan 1.421 m²,”jelas Basir Noho.
Basir menambahkan selain membangun revitalisasi pasar rakyat Bulango Timur, pihaknya juga lewat Pagu DAK tahun anggaran 2017 melakukan revitalisasi pasar rakyat Mopuya Kecamatan Bulawa dengan anggaran senilai Rp 1.017.285.000. (Humas/Kadir)

 

Advertisements
Ekonomi, infrastruktur, Uncategorized

Rachmat Gobel Letakan Batu Pertama Revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur

299640191060953.JPGBONE BOLANGO – Mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel yang merupakan tokoh nasional asal Kabupaten Bone Bolango, yang saat ini diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Utusan Khusus untuk hubungan dengan Jepang, melakukan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur yang didesain menjadi Pasar Hewan di Kabupaten Bone Bolango yang berlokasi di Kecamatan Bulango Timur, Jumat (21/7).
Didampingi Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Rachmat Gobel sebelum meletakkan batu pertama pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Bulango Timur, mempersilahkan sejumlah peternak sapi yang hadir pada kesempatan itu, baik dari kaum bapak dan ibu untuk memulai lebih dulu peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi pasar rakyat tersebut. Setelah itu disusul Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan terakhir dirinya.
Sebelumnya, Rachmat Gobel dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan pasar rakyat ini merupakan bagian dari program Presiden RI Joko Widodo, yakni sebanyak 5.000 pasar di seluruh Indonesia, baik itu pasar baru maupun pasar yang direvitalisasi.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu program nawacita Presiden RI untuk bagaimana mendorong perekonomian rakyat. Karena Presiden ingin membangun ekonomi itu dari pinggiran bukan dari pusat semata-mata.
Oleh karena itu, kata Rachmat Gobel, semua fasilitas dan infrastruktur harus dibangun di daerah-daerah yang memang betul-betul mempunyai potensi dan bisa mendorong potensi itu menjadi satu nilai tambah.
”Jadi program pembangunan sebanyak 5.000 pasar ini, termasuk untuk pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat di Bulango Timur ini merupakan keinginan dan program Presiden kita, dalam upaya membangun ekonomi dari pinggiran, terutama untuk mendorong perekonomian rakyat di daerah-daerah,”katanya.
Rachmat Gobel pun memberikan apresiasi terhadap keberanian Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang telah memprogramkan, memiliki visi dan berusaha tentang bagaimana mendorong ekonomi rakyat di Bone Bolango. Kata Rachmat Gobel, dulu sejak dirinya menjabat Menteri Perdagangan, Bupati Bone Bolango Hamim Pou itu, orangnya sangat aktif dan agresif bahkan sangat luar biasa, serta memiliki semangat dan kemauan yang luar biasa pula.
“Waktu saya masih Menteri Perdagangan, itu beliau sangat aktif dan berusaha datang ke Kantor Kementerian Perdagangan untuk bisa mendapatkan kesempatan maupun anggaran. Alhamdulillah apa yang diharapkan itu bisa direalisasikan,”tutur Rachmat Gobel dan mengatakan padahal sebelumnya Gorontalo kurang mendapatkan perhatian. Jadi adanya program pembangunan pasar rakyat di Bone Bolango ini, itu tidak lepas dari peran dan perjuangan serta lobi-lobi Bupati Bone Bolango Hamim Pou di Kementerian Perdagangan hingga saat ini.
Untuk itu, Rachmat Gobel menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang telah bisa mempergunakan kesempatan tersebut dengan baik. Meski pun dirinya saat ini sudah tidak lagi menjabat Menteri Perdagangan, tapi usaha dan lobi-lobi itu tetap jalan terus, sehingga tahun ini Kabupaten Bone Bolango kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian Perdagangan, untuk pembangunan pasar rakyat di Bulango Timur, khusus untuk pasar hasil peternakan dan hasil pertanian.
“Tahapan sudah dilakukan pada hari ini, yakni peletakan batu pertama untuk pembangunan pasar hewannya. Nanti kedepan kita akan bangun tempat pemotongannya dan juga kita bangun industrinya, dan para peternak kita akan bangun mereka menjadi pengusaha ternak,”ujar Rachmat Gobel.
Sementara itu, Bupati Hamim Pou mengatakan kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena satu lagi berkah untuk Bone Bolango, yakni dimulainya pembangunan pasar rakyat di Bulango Timur, yang kita khususkan dan kita identikan menjadi pasar sapi atau pasar hewannya Kabupaten Bone Bolango.
Kata Bupati Hamim Pou, kenapa pasar hewan ini harus di bangun di Bone Bolango? Ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu para peternak sapi di wilayah Bone Bolango. Karena selama ini para peternak sapi di Bone Bolango kalau mau jualan sapi mereka, itu harus pergi ke pasar hewan Pulubala, Batudaa Kabupaten Gorontalo. Itu jauh sekali tempatnya bahkan ada yang sampai ke Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.
Anehnya, lanjut Bupati orang Bone Bolango yang jualan sapi disana, tapi yang beli orang Bone Bolango juga. Akhirnya sapi yang tadinya di bawa dari Bone Bolango, di bawa pulang lagi ke Bone Bolango. Karena itulah, kenapa dibuat pasar hewan di Bulango Timur, Bone Bolango.”Pasar hewan ini kita buat disini dan sebentar lagi akan kita bangun juga rumah potong hewan. Jadi ada pasarnya, ada rumah potong hewannya disini,”ujar Hamim Pou. (Humas/Kadir)

Uncategorized, Ekonomi, Kecamatan

Asisten II Launching Pengolahan Komoditas Aren Jadi Bahan Baku Etanol

Asisten II Resmikan Pengolahan Komoditas Aren Jadi Bahan Baku Etanol.jpgBONE BOLANGO – Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Bone Bolango, Tanwir Ali meresmikan maupun melakukan launching inovasi cluster model pengolahan komoditas aren menjadi bahan baku etanol dan gula semut di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Jumat (14/7).
Asisten II Tanwir Ali dalam sambutannya mengatakan, cluster model pengolahan komoditas aren ini merupakan salah satu inovasi dari Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Investasi, Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango Mohamad Dj. Kiayi yang juga peserta Diklat PIM III angkatan 16 PKP2A LAN RI Makassar tahun 2017.
Menurutnya, cluster model pengolahan komoditas aren ini menjadi sesuatu yang khas di Kecamatan Tilongkabila, utamanya di tiga desa yakni Desa Lonuo, Desa Tunggulo dan Desa Butu. Namun untuk saat ini, masih di fokuskan di Desa Lonuo sebagai langkah awal untuk memulai inovasi tersebut.
Tanwir mengungkapkan Desa Lonuo merupakan salah satu desa di Kecamatan Tilongkabila yang memiliki banyak tanaman pohon aren dan menghasilkan banyak air nira (dalam bahasa Gorontalo Bohito atau Saguer). Namun keberadaan air nira selama ini disalahgunakan dan dijadikan masyarakat maupun petani setempat sebagai bahan baku minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus.
Karena itu, Tanwir Ali berharap mudah-mudahan dengan adanya inovasi pengolahan komoditas aren ini menjadi bahan baku etanol. Ini akan menjadi langkah maupun jalan keluar atau solusi yang tepat untuk memberhentikan dan mengubah kebiasaan negatif petani aren setempat selama ini yang mengolah air nira sebagai minuman keras jenis Cap Tikus.
Kata Tanwir Ali, kalau hanya ingin memberhentikan orang yang membuat Cap Tikus itu mudah sekali, tapi itu tidak akan maksimal. Karena ketika dihentikan disini pengolahannya, pasti ditempat lainnya muncul lagi.”Makanya inovasi inilah yang paling bagus sebagai alternatif dan menjadi solusi yang tepat untuk memberhentikan dan mengubah kebiasaan para petani aren selama ini yang mengolah air nira sebagai minuman keras jenis Cap Tikus,”urai Tanwir Ali.
Menurutnya, berbicara masalah etanol ini, adalah bahan baku yang sangat-sangat diperlukan.”Itu bahan baku dari spritus adalah bahan baku dari etanol, begitu juga alkohol yang di pakai di Rumah Sakit dan Puskesmas itu bahan bakunya dari etanol,”ulas Tanwir Ali.
Dia menambahkan, ini peluang besar bagi para petani dan pengolah komoditas aren. Tinggal bagaimana kita mengembangkan inovasi ini sekaligus tetap menjaga kualitasnya agar tetap bagus.”Saya kira ini peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan, bagaimana merubah sesuatu dari negatif misalnya mengolah air nira dari aren sebagai minuman keras beralkohol jenis Cap Tikus, menjadi bahan baku etanol,”tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut Tanwir Ali, inovasi ini perlu dukungan dari semua pihak, terutama Camat Tilongkabila, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.”Saya minta ini di dukung, kalau selama ini kita hanya menutup dan menangkap para pengolah minuman keras jenis Cap Tikus, maka mulai sekarang mari kita sama-sama membina bagaimana para petani dan pengelola aren ini bisa lebih meningkatkan taraf hidupnya.
“Insya Allah melalui inovasi pengolahan komoditas aren menjadi bahan baku etanol ini, pendapatan masyarakat petani dan pengolah aren disini semakin meningkat. Mari kita jaga dan terus kita kembangkan inovasi ini secara bersama-sama, sehingga ini menjadi satu kawasan maupun cluster yang berguna bagi masyarakat disini,”tutupnya. (Humas)

desa, Ekonomi, Keuangan, Uncategorized

Dana Desa-ADD Harus Berkolerasi Pada Penurunan Angka Kemiskinan

65275415850896BONE BOLANGO – Seiring dengan adanya pengalokasian Dana Desa (DD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Alokasi Dana Desa (ADD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan di desa terus menurun.
Penegasan ini disampaikan Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat memberikan arahan pada rapat koordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan Botupingge tahun 2017 yang diikuti seluruh aparat desa se Kecamatan Botupingge, bertempat di Aula Kantor Camat Botupingge, Kamis (13/7).
Bupati Hamim Pou pada kesempatan tersebut, meminta dan memerintahkan kepada seluruh aparat desa di Kecamatan Botupingge agar penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa dan ADD harus berkolerasi pada dua hal, yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa.“Dua hal itu yang saya minta dari bapak dan ibu Kepala Desa disini, yaitu kemiskinan harus turun, lalu pelayan publik semakin membaik di desa saudara-saudara,”tegasnya.
Kata Bupati, nantinya dua hal yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa, ini akan menjadi raport bagi para kepala desa yang sudah mau berakhir masa jabatannya dan ingin maju lagi di dalam pemilihan kepala desa periode berikutnya.
”Jadi jika kedepan ada pemilihan kepala desa, maka saya akan melihat capaian dari dua hal tersebut. Kalau mau maju lagi, maka kinerjanya harus baik dan pekerjaannya harus bagus dengan dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan dan membaiknya pelayanan publik di desanya,”ujar Bupati Hamim Pou.
Tegas Bupati, penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa menjadi salah satu instrumen dari kontrak kinerja para kepala desa dengan Bupati.”Ini menjadi salah satu instrumen untuk menilai kinerja apakah kepala desa tersebut, sebagai petahana yang ingin mau maju lagi di pemilihan kepala desa periode berikutnya, layak diberi rekomendasi atau tidak oleh kepala daerah,”ujar Bupati Hamim Pou.
Bupati Hamim Pou menyebutkan bahwa Kecamatan Botupingge saat ini masih memiliki jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 479 RTM.”Sebanyak 479 RTM ini, kalau dihitung-hitung setiap desa dari 9 desa di Kecamatan Botupingge mengeluarkan 15 RTM setiap tahunnya, maka ada 135 RTM yang keluar dari RTM setiap tahun,”tandasnya.
Karena itulah, lanjut Bupati sengaja dia turun langsung berdiskusi dengan seluruh kepala desa dan aparat desa se Kecamatan Botupingge. Kenapa saya keliling bertemu dengan para kepala desa dan perangkat desa disini?. Ini semata-mata ingin mendisikusikan tentang bagaimana menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Botupingge yang masih 479 RTM tersebut.
Bupati menambahkan saat ini dan kedepannya kita punya target dan tekad bahwa jumlah penduduk miskin RTM di Bone Bolango dari tahun ke tahun harus turun. Tidak boleh naik atau bertambah. Apalagi sekarang uang di desa sudah banyak, maka ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan.
“Dulu tidak ada uang di desa ada penurunan kemiskinan, sekarang uang di desa banyak lalu kemiskinan tidak turun, maka ini akan menjadi pertanyaan besar kemana uangnya? Apakah kepala desa dan perangkatnya bekerja atau tidak. Apakah rakyat pilih atau tidak. Ini menjadi gugatan sekaligus menjadi renungan buat kita semua,”pungkas Bupati Hamim Pou. (Humas/Kadir)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Bupati Bone Bolango Fokuskan Perencanaan Berkualitas

153327896714867.JPGBONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango Hamim Pou membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tilongkabila, di aula Kantor Desa Tunggulo Selatan, Kamis (9/2).
Musrenbang yang merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan mengenai prioritas pembangunan di wilayah secara berjenjang itu, Bupati menegaskan pentingnya perencanaan yang baik dan berkualitas dalam pembangunan di Bone Bolango.
Bupati ingin mempertegas kembali Musrenbang merupakan sesuatu yang serius dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Program pembangunan tidak bisa seperti istilah tiba saat tiba akal.
“Harus ada kesesuaian mulai dari perencanaan sampai realisasi program kegiatan dan anggaran. Semua mengacu pada tata urutan perencanaan yang tentunya sejalan dengan visi-misi kepala daerah. Tidak bisa keluar dari situ,”tegas Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Hamim Pou didampingi Ketua DPRD Faisal Mohie serta para anggota legistatif Bone Bolango.
Bupati mengatakan, senang teman-teman dari DPRD hadir bersama dalam kegiatan Musrenbang tersebut guna mengawal apa yang disuarakan oleh rakyat maupun masyarakat. (Hms/Afik)

Ekonomi, kependudukan, Uncategorized

Bupati Optimis Bulango Selatan Lebih Cepat Turunkan Angka Kemiskinan

327934421789610.JPGBONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengaku optimis dan meyakini dari 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bulango Selatan akan lebih cepat dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.
“Saya yakin betul dan optimis, Bulango Selatan bisa lebih cepat untuk menurunkan angka maupun jumlah rumah tangga miskin (RTM) dibandingkan 17 kecamatan lainnya,”ujar Bupati Hamim Pou disela-sela memberikan sambutan dan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bulango Selatan yang di gelar di Aula Serba Guna UPK. Kecamatan Bulango Selatan, Rabu (8/2).
Pasalnya, Bupati menyakini Kecamatan Bulango Selatan bisa lebih cepat menurunkan angka dan jumlah RTM di wilayah tersebut, karena di dukung dengan luas wilayah yang tidak begitu luas, sehingga mudah koordinasi walaupun terbatas lahan.
Selain itu, posisi dan letak Kecamatan Bulango Selatan yang dekat dengan Ibu Kota Provinsi Gorontalo yakni Kota Gorontalo. Kemudian juga sebagian besar kantor-kantor pemerintahan Provinsi Gorontalo ada di Kecamatan Bulango Selatan.”Harusnya Bulango Selatan menjadi role model untuk penurunan angka memiskinan maupun dengan lengkapnya infrastruktur di kecamatan ini,”kata Bupati Hamim Pou.
Bupati menambahkan, Pemkab Bone Bolango berusaha dari waktu ke waktu untuk bisa menurunkan jumlah RTM di daerah ini, termasuk di Kecamatan Bulango Selatan lewat berbagai program pemberdayaan maupun bantuan-bantuan.
Bupati pun menegaskan bagi RTM penerima bantuan dari pemerintah daerah tersebut, nantinya akan ada pernyataan tekad, bahwa setelah 2 tahun tidak lagi masuk dalam RTM. Supaya betul-betul program yang digelontorkan oleh pemerintah daerah kelihatan hasilnya, yakni dengan turunnya angka kemiskinan di daerah ini. (Hms/Kadir)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Musrembang Kecamatan Bulango Selatan Paling Istimewa

146825562257129.JPGBONE BOLANGO – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bulango Selatan terbilang paling istimewa. Pasalnya pelaksanaan Musrenbang itu dihadiri langsung oleh pimpinan DPRD Bone Bolango, mulai dari Ketua DPRD Faisal Mohie, Wakil Ketua Sofyan Wahidji, dan Ketua Komisi I Amran Mustapa.
“Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bulango Selatan ini luar biasa dan istimewa karena dihadiri langsung oleh pimpinan DPRD. Biasanya di daerah lain, jarang sekali pimpinan DPRD ikut dalam Musrenbang tingkat kecamatan,”ujar Bupati Bone Bolango Hamim Pou pada kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Bulango Selatan yang di gelar di Aula Serba Guna UPK. Kecamatan Bulango Selatan, Rabu (8/2).
Menurut Bupati, sesuai dengan mekanisme pimpinan maupun anggota DPRD itu harusnya hadir, baik itu pada Musrenbang Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Hal ini dalam rangka memastikan program-program yang dirancang dan disusun. Karena di dalamnya juga ada aspirasi rakyat melalui DPRD.
Seperti itu ketentuannya. Jadi perencanaannya mulai dari bawah. Harus dikawal, tidak saja oleh eksekutif namun juga oleh jajaran oleh DPRD. Tapi kami melihat pengawalan ini masih relatif kurang. Hingga yang terjadi dan kita temukan kadang-kadang banyak masyarakat yang kecewa.”Banyak hal yang diaspirasikan dan diusulkan oleh masyarakat, tidak satupun yang masuk,”jelas Bupati Hamim Pou.
Karena itu, melalui mekanisme pengawalan lewat Musrenbang seperti ini kita pastikan untuk mengurangi bias dalam perencanaan maupun dalam implementasi pada penganggaran.
Sekarang ini, kata Bupati pemerintah makin hati-hati, karena akan ada pemeriksaan dari BPK maupun dari BPKP tentang kesesuaian perencanaan. Mulai dari kesesuaian visi-misi kepala daerah, janji-janji politik kepala daerah, Rencana Kerja Pemerintah (RKP), RPJMN, RPJMD provinsi, RPJMD Kabupaten.”Semua itu harus ada kesesuaian. Perencanaannya, apa kegiatannya, bagaimana output dan outcome, lalu hasil kinerjanya seperti apa. Jadi tidak boleh jalan sendiri-sendiri itu akan menjadi temuan dan akan menjadi masalah,”terang Bupati.
Maka dari itu, Bupati mengungkapkan ini yang coba dihindari dengan perencanaan yang matang sejak awal, sehingga apa yang masyarakat aspirasikan dan usulkan bisa dikawal bersama-sama.”Harus kita pastikan, begitu APBD diketuk apa yang diaspirasikan masyarakat itu bisa kita amankan. Walaupun tentu disadari tidak semua usulan-usulan dari masyarakat bisa gol. Tetap bisa gol tapi yang usulan skala prioritas. Usulan lainnya, itu bisa kita cicil,”bebernya.
Sekarang ini, tambah Bupati tidak boleh lagi tidak ada dalam usulan, tiba-tiba muncul di anggaran, karena itu akan menjadi temuan. Karena dalam pertemuan dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo dua pekan lalu, kami sudah diingatkan betul soal perencanaan, kesesuaian perencanaan, dan anggaran.
Kemudian juga, masyarakat semestinya harus paham bahwa sekarang ini pembangunan itu tidak hanya lewat APBD kabupaten, karena di desa sekarang walaupun dalam pemantauan Kepala Daerah dan DPRD, itu memberi ruang yang bebas untuk desa untuk merealisasikan program-programnya lewat Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
Nah, lewat Dana desa ini diharapkan bisa menanggani dua hal, yakni perbaikan maupun pembangunan infrastruktur di tingkat desa dan juga untuk meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan dan pendapatan masyarakat lewat program pemberdayaan maupun bantuan-bantuan yang langsung ditentukan di desa.
Karena Pemda mau berkolaborasi, maka Bupati berharap Kades harus mengikuti arahan Kepala Daerah supaya Dana Desa ini termanfaatkan dengan baik.”Kita lebih fokus untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Bone Bolango,”ungkap Bupati Hamim Pou.
Bupati pun menitipkan dalam perencanaan di desa maupun kecamatan sebaiknya melibatkan masyarakat setempat.”Mudah-mudahan lewat Musrenbang Kecamatan Bulango Selatan ini, Insya Allah cita-cita kita untuk mewujudkan Bone Bolango Cemerlang itu akan kelihatan pada tahun 2020-2021 nanti. (Hms/Kadir)