infrastruktur, Pembangunan, Pendidikan, Uncategorized

Akhirnya, Pembangunan Kampus UNG Di Bone Bolango Terealisasi

12672583018905.JPGBONE BOLANGO – Setelah sekian lama menunggu kepastian, akhirnya pembangunan gedung baru kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kabupaten Bone Bolango yang berlokasi di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila terealisasi.
Ini ditanda dengan peletakan batu pertama masing-masing oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. Mohamad Nasir, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, dan Rektor UNG Syamsu Qamar Badu, Kamis (20/7).
Pembangunan gedung kampus baru UNG di Bone Bolango ini didanai lewat proyek Islamic Development Bank (IDB) yang bernilai kurang lebih Rp400 miliar. Gedung Baru yang akan dibangun meliputi Gedung Fakultas Sastra dan Budaya, Gedung Fakultas MIPA, Gedung Fakultas Teknik, Gedung Fakultas Pertanian dan Gedung Perpustakaan yang akan dibangun di atas lahan seluas 32,5 hektar.
Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan dalam gedung pembangunan kampus baru UNG ini, pemerintah berusaha sekeras-kerasnya untuk menyediakan fasilitasnya. Karena itu, diharapkan pembangunan gedung kampus baru UNG ini, selain bisa meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di kampus UNG.”Lebih penting lagi adalah ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan riset di UNG,”katanya.
Setelah gedung kampus baru UNG ini selesai, kata Menristekdikti Mohamad Nasir, nantinya Kemenristekdikti hanya menagih janji saja, berapa jumlah publikasi internasional yang akan diterbitkan dari UNG kedepan. Selain itu, berapa jumlah riset yang dihasilkan, dan kapan UNG bisa jadi universitas berakreditasi A.
“Ini janji yang akan kami tagih nanti, karena ini tujuan saya adalah bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa meningkatkan mutunya yang lebih baik. Kalau di tahun 2018 nanti, UNG menjadi perguruan tinggi yang akreditasi institusinya adalah A, berarti UNG adalah universitas yang ketiga di Sulawesi yang institusinya berakreditasi A,”ujarnya.
Kepada pihak kontraktor, Menristekdikti Mohamad Nasir berharap agar mengerjakan proyek pembangunan kampus baru UNG tersebut sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang telah dirancang dengan baik.”Kerjakan dengan sebaik-baiknya proyek ini. Demikian pula pengawasnya harus bekerja dengan baik. Pengawasan harus dilakukan terhadap kontraktor yang akan melaksanakan proyek ini,”pesannya.
Paling penting sekali, lanjut Mohamad Nasir adalah setelah pembangunan gedung ini sudah selesai, maka harus dikelola dan dirawat dengan baik. Biasaya kita itu mudah membangun, tapi tidak bisa merawat.”Ini hati-hati, ini yang harus kita jaga betul. Mudah-mudahan UNG bisa mengelola dan merawatnya dengan lebih baik,”imbaunya.
Mohamad Nasir menjelaskan bahwa pembangunan kampus baru UNG, masuk dalam satu paket proyek untuk tujuh proyek (seven in one) di Kemenristekdikti. Proyek seven in one tersebut dilaksanakan di tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH).
“Selain UNG, perguruan tinggi lain yang telah melaksanakan peletakan batu pertama pada hari ini, paket seven in one adalah UNSYIAH pada tanggal 5 Mei 2017 kemarin,”jelasnya. (Humas/Kadir)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Bupati Bone Bolango Fokuskan Perencanaan Berkualitas

153327896714867.JPGBONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango Hamim Pou membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tilongkabila, di aula Kantor Desa Tunggulo Selatan, Kamis (9/2).
Musrenbang yang merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan mengenai prioritas pembangunan di wilayah secara berjenjang itu, Bupati menegaskan pentingnya perencanaan yang baik dan berkualitas dalam pembangunan di Bone Bolango.
Bupati ingin mempertegas kembali Musrenbang merupakan sesuatu yang serius dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Program pembangunan tidak bisa seperti istilah tiba saat tiba akal.
“Harus ada kesesuaian mulai dari perencanaan sampai realisasi program kegiatan dan anggaran. Semua mengacu pada tata urutan perencanaan yang tentunya sejalan dengan visi-misi kepala daerah. Tidak bisa keluar dari situ,”tegas Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Hamim Pou didampingi Ketua DPRD Faisal Mohie serta para anggota legistatif Bone Bolango.
Bupati mengatakan, senang teman-teman dari DPRD hadir bersama dalam kegiatan Musrenbang tersebut guna mengawal apa yang disuarakan oleh rakyat maupun masyarakat. (Hms/Afik)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Musrembang Kecamatan Bulango Selatan Paling Istimewa

146825562257129.JPGBONE BOLANGO – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bulango Selatan terbilang paling istimewa. Pasalnya pelaksanaan Musrenbang itu dihadiri langsung oleh pimpinan DPRD Bone Bolango, mulai dari Ketua DPRD Faisal Mohie, Wakil Ketua Sofyan Wahidji, dan Ketua Komisi I Amran Mustapa.
“Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bulango Selatan ini luar biasa dan istimewa karena dihadiri langsung oleh pimpinan DPRD. Biasanya di daerah lain, jarang sekali pimpinan DPRD ikut dalam Musrenbang tingkat kecamatan,”ujar Bupati Bone Bolango Hamim Pou pada kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Bulango Selatan yang di gelar di Aula Serba Guna UPK. Kecamatan Bulango Selatan, Rabu (8/2).
Menurut Bupati, sesuai dengan mekanisme pimpinan maupun anggota DPRD itu harusnya hadir, baik itu pada Musrenbang Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Hal ini dalam rangka memastikan program-program yang dirancang dan disusun. Karena di dalamnya juga ada aspirasi rakyat melalui DPRD.
Seperti itu ketentuannya. Jadi perencanaannya mulai dari bawah. Harus dikawal, tidak saja oleh eksekutif namun juga oleh jajaran oleh DPRD. Tapi kami melihat pengawalan ini masih relatif kurang. Hingga yang terjadi dan kita temukan kadang-kadang banyak masyarakat yang kecewa.”Banyak hal yang diaspirasikan dan diusulkan oleh masyarakat, tidak satupun yang masuk,”jelas Bupati Hamim Pou.
Karena itu, melalui mekanisme pengawalan lewat Musrenbang seperti ini kita pastikan untuk mengurangi bias dalam perencanaan maupun dalam implementasi pada penganggaran.
Sekarang ini, kata Bupati pemerintah makin hati-hati, karena akan ada pemeriksaan dari BPK maupun dari BPKP tentang kesesuaian perencanaan. Mulai dari kesesuaian visi-misi kepala daerah, janji-janji politik kepala daerah, Rencana Kerja Pemerintah (RKP), RPJMN, RPJMD provinsi, RPJMD Kabupaten.”Semua itu harus ada kesesuaian. Perencanaannya, apa kegiatannya, bagaimana output dan outcome, lalu hasil kinerjanya seperti apa. Jadi tidak boleh jalan sendiri-sendiri itu akan menjadi temuan dan akan menjadi masalah,”terang Bupati.
Maka dari itu, Bupati mengungkapkan ini yang coba dihindari dengan perencanaan yang matang sejak awal, sehingga apa yang masyarakat aspirasikan dan usulkan bisa dikawal bersama-sama.”Harus kita pastikan, begitu APBD diketuk apa yang diaspirasikan masyarakat itu bisa kita amankan. Walaupun tentu disadari tidak semua usulan-usulan dari masyarakat bisa gol. Tetap bisa gol tapi yang usulan skala prioritas. Usulan lainnya, itu bisa kita cicil,”bebernya.
Sekarang ini, tambah Bupati tidak boleh lagi tidak ada dalam usulan, tiba-tiba muncul di anggaran, karena itu akan menjadi temuan. Karena dalam pertemuan dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo dua pekan lalu, kami sudah diingatkan betul soal perencanaan, kesesuaian perencanaan, dan anggaran.
Kemudian juga, masyarakat semestinya harus paham bahwa sekarang ini pembangunan itu tidak hanya lewat APBD kabupaten, karena di desa sekarang walaupun dalam pemantauan Kepala Daerah dan DPRD, itu memberi ruang yang bebas untuk desa untuk merealisasikan program-programnya lewat Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
Nah, lewat Dana desa ini diharapkan bisa menanggani dua hal, yakni perbaikan maupun pembangunan infrastruktur di tingkat desa dan juga untuk meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan dan pendapatan masyarakat lewat program pemberdayaan maupun bantuan-bantuan yang langsung ditentukan di desa.
Karena Pemda mau berkolaborasi, maka Bupati berharap Kades harus mengikuti arahan Kepala Daerah supaya Dana Desa ini termanfaatkan dengan baik.”Kita lebih fokus untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Bone Bolango,”ungkap Bupati Hamim Pou.
Bupati pun menitipkan dalam perencanaan di desa maupun kecamatan sebaiknya melibatkan masyarakat setempat.”Mudah-mudahan lewat Musrenbang Kecamatan Bulango Selatan ini, Insya Allah cita-cita kita untuk mewujudkan Bone Bolango Cemerlang itu akan kelihatan pada tahun 2020-2021 nanti. (Hms/Kadir)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Bone Bolango Daerah Penyangga Utama Provinsi Gorontalo

BONE BOLANGO – Sebagai salah satu daerah konservasi di Indonesia, Kabupaten Bone Bolango menjadi paru-parunya dan penyangga utama Provinsi Gorontalo lewat keberadaan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).
“Kurang lebih 65 % atau 104 ribu hektare wilayah Kabupaten Bone Bolango merupakan wilayah Taman Nasional Nogani Nani Wartabone,”ujar Bupati Bone Bolango Hamim Pou dihadapan Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Dr. Didin Wahidin, Penjabat Gubernur Gorontalo Prof. Zudan Arif Fakrullah, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Syamsul Qomar Badu dan peserta Focus Group Discussion (FGD) pemantapan pelaksanaan KKN Kebangsaan tahun 2017 di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Kamis (16/2).
Menurut Bupati Hamim Pou, selain memiliki taman nasional, Kabupaten Bone Bolango memiliki dua aliran sungai utama yang ada di Provinsi Gorontalo, yakni sungai Bone dan sungai Bolango.”Nama kedua sungai besar inilah yang menjadi asal muasal nama Kabupaten Bone Bolango,”jelas Bupati.
Kata Bupati, ada beberapa hal yang menjadi isyu menarik, karena kita di Bone Bolango bertekad menjadi kabupaten konservasi. Tentu kita harus menjaga hutan, lingkungan dan sungai kita dengan sebaik-baiknya. Karena itu, Bone Bolango dalam membangun daerahnya sangat memperhatikan isyu-isyu lingkungan tersebut.
Salah satu hal yang dilakukan pemerintah daerah, tambah Bupati Hamim Pou yang paling sederhana adalah melarang alih fungsi sawah menjadi pemukiman maupun kawasan perkantoran.”Alih fungsi sawah, itu sangat dilarang dan tidak bisa sama sekali. Sudah ada Perda-nya. Kemudian ada Perbup tentang larangan menembang pohon sembarangan, karena tidak mudah menanam pohon-pohon tersebut.
Selain itu, kami di pemerintah daerah Kabupaten Bone Bolango juga belajar bagaimana dinamika perkembangan kota/kabupaten lain di Indonesia, yang pembangunannya tidak terkendali dan tidak memperhatikan tata ruang sehingga semua tidak tertata.”Nah, mumpung kami daerah baru yang masih berusia 13 tahun, maka kami ingin belajar bagaimana pembangunan yang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Ini penting sekali, karena kita ingin lingkungannya tertata dengan bagus, hijau dan lestari,”tandasnya. (Hms/Kadir)

Kerjasama, Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Kabupaten Gorontalo-Bone Bolango Bersinergi Untuk Gorontalo Interconnect

BONE BOLANGO – Sebagaimana internet, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango sepakat bekerja sama, saling kolaborasi, memberi informasi bersinergi.
Kata Bupati Bone Bolango Hamim Pou, kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo itu satu, perbedaan hanya masalah administrasi. Lewat kerja sama lintas daerah, untuk Gorontalo interconnect.
Kabupaten Gorontalo, berinisiasi untuk berkunjung ke Kabupaten Bone Bolango, kabupaten pecahannya setelah 13 tahun silam, Jumat (10/2). Silaturahmi yang dirangkaikan dengan tanam pohon, eksebisi futsal antara Pemda Gorontalo dan Bone Bolango hingga penandatanganan MoU antara kedua daerah.
Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, dengan Bone Bolango memiliki nilai historis. Bone Bolango bagian dari Kabupaten Gorontalo, kini kita melihat bagaimana Kabupaten Bone Bolango ternyata ada perkembangan yang baik.
“Memang pak Bupati selama ini kita kerja sama dengan luar negeri hari ini dengan Swedia, dengan Jawa dengan Manado, tapi diantara kita tidak ada, saling melihat saja. Karena itu sejak tahun ini memulai berinisiasi, benar kita hanya beda administrasi saja dari sisi wilayah dan sejarah kita ini satu oleh karena itu inisiasi kita lakukan. Seperti ini ada kolaborasi yang rill antara kabupaten/kota,”tegas Nelson dan mengatakan kerja sama tentang apa saja, baik dari segi pertanian, peternakan dan pendidikan.
Bupati Hamim Pou pun mengapreasi. Kata Bupati lewat kerja sama ini kita bangun jadi kekuatan besar membangun Gorontalo interconect.“Saling menguatkan jadi salah satu tantangan kita di Gorontalo, olehnya kerja sama ini disuport sepenuhnya. MoU ini menjadi kerja sama yang real kita saling bahu membahu,”tandas Hamim Pou. (Hms/Afik).

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Pemkab Bone Bolango Gelar Bimtek e-Monep Berbasis Website

 

BONE BOLANGO – Pemkab Bone Bolango melalui Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Bone Bolango menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Elektronik Monitoring Evaluasi dan Pelaporan (e-Monep) berbasis website tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2017 dan dibuka secara resmi Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma, bertempat di Ballroom Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (2/2).
Sekda Ishak Ntoma mengatakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) menjadi komitmen bersama pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan publik dengan berdasar pada azas-azas umum pemerintahan yang baik.“Azas-azas yang dimaksud adalah kepastian hukum, tertib penyelenggara negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektifitas dan keadilan,”katanya.
Sekda mengungkapkan besarnya APBD Bone Bolango saat ini sangat membutuhkan komitmen bersama untuk melakukan akselerasi penyerapan anggaran dan percepatan pelaksanaan pembangunan daerah. Sehingga perputaran ekonomi masyarakat terus meningkat dengan memperkuat sistem perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan infrastruktur desa dan layanan dasar publik.
Sekda menjelaskan berkenaan dengan percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan pembangunan fisik, diakuinya dalam pelaksanaannya tak terlepas dari beberapa permasalahan yang menjadi kendala, antara lain proses pelelangan yang lambat, penyiapan dan ketersediaan lahan, kurang solidnya manajemen pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, lambatnya pengumpulan data monep (monioring, evaluasi dan pelaporan), kurangnya SDM pengelola pengadaan barang dan jasa pada SKPD, dan belum optimalnya pengendalian internal terhadap anggaran dan pelaksanaan program dan kegiatan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tambah Sekda Ishak Ntoma penerapan e-Monep berbasis website sangat penting untuk mendukung percepatan penyerapan anggaran dimana pengendaliannya dilakukan oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA).”Diharapkan ini dapat membantu semua penanggung jawab dan pelaksana program dan kegiatan SKPD untuk melakukan pengendaliannya dan mempercepat proses peyerapan anggaran,”tandasnya.
Sebelumnya Kabag Ekbang Setda Bone Bolango, Lukman A. Daud didampingi Kasubag Monitoring Evaluasi Titien Olii, dan Admin e-Monep Ikhsan Bonggi, menjelaskan tujuan kegiatan Bimtek itu adalah untuk meningkatkan pemahaman Pimpinan SKPD dan pengelola e-Monep berbasis website dalam upaya evaluasi percepatan penyerapan anggaran dan pembangunan fisik serta percepatan pelaksanaan barang dan jasa tahun 2017.
Selanjutnya, memudahkan dan mempercepat penginputan data e-Monep, meningkatkan skill dan keterampilan bagi pengelola e-Monep SKPD, memudahkan monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran serta pelaporannya yang cepat dan update, dan mempercepat pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.
“Bimtek ini diikuti para Kasubag Perencanaan sebanyak 28 orang dan Staf Entry 53 orang dari SKPD dan Kecamatan.”Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 2-3 Februari 2017 di Hotel Maqna Gorontalo,”jelasnya. (Hms/Kadir)

Pembangunan, Pemerintahan, Uncategorized

Bone Bolango Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2016

BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango meraih penghargaan bergengsi Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2016 dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Penghargaan bergengsi itu, untuk plakat WTN diserahkan langsung Direktur Lalu Lintas, Kementerian Perhubungan RI, Cucu Mulyana kepada Bupati Bone Bolango Hamim Pou, dan sertifikat WTN diserahkan langsung Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Puji Hartanto kepada Kepala Dinas Perhubungan Bone Bolango, Aznan Nadjamuddin, di Hotel Merlyin Park, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).
Bagi Kabupaten Bone Bolango, penghargaan WTN ini merupakan yang pertama kalinya.“Ini yang pertama kalinya dalam sejarah Pemkab Bone Bolango menerima penghargaan WTN,”ujar Bupati Bone Bolango Hamim Pou.
Bupati Hamim Pou mengungkapkan bahwa penghargaan ini untuk masyarakat Bone Bolango.“Penghargaan yang diterima ini bukan hanya ditujukan untuk Pemkab Bone Bolango saja, melainkan bagi seluruh masyarakat Bone Bolango yang telah mendukung penuh pembangunan di bidang lalu lintas di Bone Bolango,”ungkap Bupati sembari berharap prestasi membanggakan ini harus dipertahankan jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bone Bolango.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bone Bolango Aznan Nadjamuddin menjelaskan, bahwa penghargaan WTN merupakan penghargaan bagi pemerintah daerah yang berhasil mengikuti penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan tahun 2016.
Untuk diketahui, penghargaan WTN adalah penghargaan yang diberikan pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Perhubungan kepada kabupaten/kota dan provinsi yang mampu menata transportasi publik dengan baik.”Penghargaan ini diberikan setiap tahun. Peranan menata lalu lintas di Kabupaten Bone Bolango, tak lepas juga dari peran kepolisian, khususnya Polres Bone Bolango dalam hal ini melalui Kasat Lantas yang telah memberikan kontribusi terhadap pencapaian penerimaan penghargaan WTN di bidang lalu lintas ini,”tandasnya.
Aznan menambahkan pemberian penghargaan ini, sebagai langkah pembinaan yang berkelanjutan dari Kementerian Perhubungan RI kepada daerah-daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang transportasi darat.
”Kemenhub RI mengharapkan pemberian penghargaan ini dapat memberikan motivasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,”ulas Aznan Nadjamuddin. (Hms/Kadir)