BNNK, Kesehatan, Uncategorized

Cegah Bahaya Narkoba Sejak Dini Dari Keluarga

7140146248156.jpgBONE BOLANGO – Kecenderungan anak menyalahgunakan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. Pengaruh lingkungan yang buruk terhadap anak sebisa mungkin dapat dinetralisir oleh orang tua dengan mengedapankan kejujuran, keterbukaan dan kasih sayang, sehingga anak mampu berkomunikasi dengan orang tuanya tanpa harus merasa takut.
Pernyataan itu, disampaikan Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Bone Bolango Abd. Haris Pakaya, saat memberikan sosialisasi anti narkoba kepada masyarakat di salah satu radio swasta di Provinsi Gorontalo, Rabu (8/2).
Dalam acara yang bertajuk “Peran Orang Tua Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Keluarga” tersebut, Kepala BNNK Bone Bolango Abd. Haris Pakaya mengungkapkan tujuh peran dan tanggung jawab orang tua yang dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak maupun remaja.
Ketujuh peran penting peran tersebut antara lain, peran orang tua sebagai panutan, sebagai pengasuh, sebagai pegawas, sebagai pendidik, sebagai teman diskusi, sebagai tempat bertanya, dan sebagai sarana prasarana utama untuk tumbuh kembang anak.
“Peran ini akan berpengaruh pada bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak. Dalam pola asuh yang otoritatif demokratis misalnya orang tua haruslah memberi kebebasan yang memadai pada anaknya, tapi dalam batasan standar perilaku yang jelas,”ujarnya.
Haris mengatakan anak akan selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua. Perlakuan otoriter terhadap anak akan mempengaruhi perilaku anak, begitu pula perlakuan kasih sayang orang tua terhadap anak yang terlalu berlebihan.
Berdasarkan pantauan dilokasi, turut hadir dalam sosialisasi itu, diantaranya penyuluh ahli narkoba Mulyati Imran. Dalam kesempatan itu, Mulyati menyampaikan untuk seluruh orang tua, pencegahan dan pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab semua elemen.
Menurutnya, jika orang tua berani dan aktif berperan dalam upaya pencegahan dini, maka masih ada harapan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.“Selamatkan pemuda, selamatkan anak kita, selamatkan bangsa Indonesia,”imbuhnya. (Hms BNNK/Hms/Kadir)

Advertisements
BNNK, Kesehatan, Uncategorized

BNNK Dorong Penguatan Rehabilitas Medis Di Puskesmas

163320575793127.jpgBONE BOLANGO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango bersama BNNP Gorontalo menyelenggarkan bimbingan teknis (Bimtek) dan koordinasi dalam rangka penguatan lembaga rehabilitasi institusi pemerintah.
Bimtek tersebut dilaksanakan di dua Puskesmas yang menjadi sasaran yakni Puskesmas Suwawa dan Puskesmas Kabila.
Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Gorontalo, Budi Kurniawan Kiayi didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Bone Bolango, Devi Aryani Kum, menjelaskan penguatan rehabilitasi di tiap Puskesmas ini sangat penting untuk diprogramkan sebab sejalan dengan Undang-Undang.”Tugas rehabilitasi, bukan saja menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan, tapi juga tanggung jawab bersama BNN, BNNP dan BNNK,”jelasnya.
Menurutnya, pihak BNNP maupun BNNK akan memberi penguatan rehabilitasi untuk petugas yang ada di Puskesmas, baik untuk perawat dan dokternya. Paling banyak pelatihan yakni sebulan selama tiga kali pelatihan.
Budi menambahkan, layanan rehabilitasi yang ada di Provinsi Gorontalo sudah sebanyak 9 layanan rehabilitasi baik yang rawat inap maupun rawat jalan.
Karena itu, BNNP maupun BNNK berharap Puskesmas Suwawa dapat menyiapkan sarana pelayanan berupa ruangan konseling sebagai tempat merehabilitasi pasien penyalahgunaan narkotika.“Sosialisasikan saja ke masyarakat bahwa Puskesmas Suwawa sudah menjadi rekomendasi layanan rujukan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba,”ujarnya.
Sementara itu, untuk kunjungan ke Puskesmas Kabila, Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Bone Bolango Devi Aryani Kum menjelaskan mengenai alur pelayanan pasien yang akan direhabilitasi.
“Untuk alur pelayanan pasien rehabilitasi medis yang berkunjung di Puskesmas, itu sudah ada anggarannya dari BNN. Jadi kita tinggal merealisasikannya dan bekerja bersama dengan para petugas medis yang ada di puskesmas,”terang Devi di hadapan Kepala Puskesmas dan dokter Puskesmas Kabila.
Ditambahkannya, bagi lembaga layanan rehabilitasi instansi pemerintah yang telah mendapatkan Bimtek di lingkungan Puskesmas yang ada di Bone Bolango, itu akan dijadikan percontohan ke Puskesmas lainnya sebagai rujukan rehabilitasi penyalahguna narkoba,”katanya. (Hms/BNNK/Jamil/Hms/Kadir)

BNNK, Kesehatan, Uncategorized

BNNK Harapkan Kader Kesehatan Aktif Penyuluhan Anti Narkoba

244407382115069.jpegBONE BOLANGO – Para kader kesehatan di Kabupaten Bone Bolango diharapkan aktif untuk melakukan penyuluhan narkoba. Ini merupakan suatu kebutuhan mendesak mengingat jumlah pegawai dan SDM di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango yang terbatas, serta wilayah Kabupaten Bone Bolango yang luas dan bermedan berat.
Kehadiran kader kesehatan di tengah masyarakat, di puskesmas-puskesmas dan posyandu-posyandu, untuk melakukan penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mutlak dibutuhkan jika Bone Bolango benar-benar ingin bersih dari narkoba.
Hal ini diungkapkan Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, saat mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Senin (6/2). Kepala BNNK yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Bone Bolango dr. Meyrin Kadir.
Abd. Haris Pakaya pun mengajak pihak Dikes untuk ikut mendorong para kader kesehatan dari tingkat kecamatan, kelurahan/ desa, sampai dusun yang ada di Bone Bolango untuk terlibat aktif dalam upaya P4GN.“Apalagi kita tahu bersama kalau negara kita saat ini sudah darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba atau napza tidak lagi terjadi di kota-kota, melainkan sampai ke pelosok dan daerah perbatasan,” ujar Haris.
Kepala BNNK menilai para kader kesehatan memiliki kapabiltas untuk melakukan penyuluhan, mengingat kader-kader tersebut telah menyatu dan hidup bersama masyarakat sehari-hari. “Jadi mereka (para kader) paling memahami kondisi setempat dan paling mudah berkomunikasi. Tinggal bagaimana pengetahuan tentang narkoba bisa nanti dibantu oleh BNNK untuk menyediakan materi dan pelatihan menyuluh P4GN,”imbuhnya.
Kadis Kesehatan Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir menyambut baik gagasan ini. Pihaknya bahkan menginginkan ada regulasi yang terbentuk untuk menaungi kegiatan penyuluhan tersebut. “Nanti kita bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk melibatkan legislatif untuk membuat aturannya,”tukasnya.
Masalah lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembentukan klinik khusus rehabilitasi pecandu dan penyalahguna narkoba di Bone Bolango. Dikes Bone Bolango sendiri siap mengeluarkan izin selama persyaratannya telah lengkap. Sejauh ini BNNK Bone Bolango masih membutuhkan satu tenaga dokter sebagai penanggungjawab klinik.
Selain Dikes, tim BNNK Bone Bolango juga mengunjungi RSUD Toto untuk membahas rencana tes urine dan pembentukan Satgas di seluruh instansi yang ada di Bone Bolango. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari telegram Mendagri tanggal 13 Mei tahun 2016, mengenai imbauan kepada para Bupati untuk dapat menyusun rencana kerja Pemerintah daerah (Pemda) tahun 2017 yang berorientasi pada pembangunan kawasan anti narkoba.
Pihak RSUD yang diwakili Kepala Bagian Pelayanan, dr. Milyadi Maksum, menyambut baik rencana ini. Pihaknya berharap upaya BNNK dalam melaksanakan P4GN dapat membentengi para petugas kesehatan dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (Hms BNNK/Jamil/Hms/Kadir)

Kesehatan, Uncategorized

Puskesmas Bone Pantai Jadi Rujukan Rehabilitas Penyalahgunaan Narkoba

415072569195276BONE BOLANGO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) terkait penguatan lembaga rehabilitasi pemerintah di Puskesmas Kecamatan Bone Pantai, Kamis (2/2).
Kepala BNNK Bone Bolango Abd. Haris Pakaya melalui Kepala Seksi Rehabilitasi, Devi Aryani Kum mengatakan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak antara BNNK Bone Bolango dan Puskesmas Bone Pantai yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) beberapa waktu lalu, Puskesmas Bone Pantai menjadi salah satu layanan rujukan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di wilayah pesisir, selain RSUD Tombulilato yang ada di Kecamatan Bone Raya.
Menurut Devi, layanan rehabilitasi perlu lebih ditingkatkan lagi dalam hal kualitas SDM serta fasilitas yang ada di Puskemas Bone Pantai, terutama dalam pelayanan klien/pasien rawat jalan yang terjerat penyalahgunaan narkoba.”Melalui Bimtek ini diharapkan ada peningkatan mutu pelayanan para petugas terkait pelayanan konseling narkoba,”ujar Devi di hadapan para petugas Puskesmas Bone Pantai.
Devi menambahkan setelah Bimtek itu, pihaknya akan mengundang kembali para kepala Puskesmas yang sudah ada kesepakatan dengan BNNK Bone Bolango untuk mengikuti rapat koordinasi dipertengahan bulan Februari ini.
Sementara itu, salah seorang petugas kesehatan di Puskesmas Bone Pantai yang engan disebutkan namanya mengatakan, kebanyakan pasien yang sering terlibat penyahgunaan narkoba di wilayah itu lebih pada penggunaan obat-obat yang bebas seperti jenis Dextromethorpan yang dipakai atau dibeli di Puskesmas secara berlebihan.
Hal ini sempat mengundang kekhawatiran.”Untungnya obat tersebut sudah mulai ditarik oleh dinas terkait,”ungkap petugas kesehatan tersebut.
Devi kembali mengutarakan bahwa kegiatan Bimtek itu sendiri merupakan kegiatan lanjutan dari Pembentukan dan Penguatan Layanan Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP). Diharapkan upaya ini dapat memberi pengaruh besar terhadap instansi, dinas dan badan yang sudah dibentuk sebagai lembaga yang berperan dalam rehabilitasi baik medis maupun sosial.
Ditambahkannya, BNNK Bone Bolango juga akan mengadakan pelatihan dan penguatan materi narkoba kepada petugas yang berperan dalam layanan konseling pecandu yang akan direhabilitasi di tiap lembaga pemerintah, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. (Hms BNNK/Jamil/Hms/Kadir)

Kerjasama, Kesehatan, Uncategorized

BNNK – DPRD Bahas Pembangunan Kawasan Anti Narkoba

2298800535794BONE BOLANGO – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya melakukan kunjungan ke DPRD Bone Bolango dalam rangka membahas dan mengkoordinasikan pembangunan kawasan anti narkoba di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Kunjungan Kepala BNNK Bone Bolango Abd. Haris Pakaya ini diterima langsung Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie di ruang Ketua DPRD Bone Bolango, baru-baru ini.
Kepala BNNK Bone Bolango Abd. Haris Pakaya yang didampingi para staf dari Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat mengutarakan, pelaksanaan kunjungan tersebut didasari telegram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tanggal 13 Mei tahun 2016 lalu dan Peraturan Mendagri Nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Abd. Haris memaparkan, isi telegram Mendagri 13 Mei tahun 2016 tersebut, adalah imbauan kepada para Bupati untuk dapat menyusun rencana kerja Pemerintah daerah (Pemda) tahun 2017 dengan mengalokasikan anggaran pada kegiatan pelaksanaan test urine untuk seluruh pegawai di masing-masing SKPD.
Test urine tersebut minimal satu kali pelaksanaan dalam setahun, dan melakukan sosialisasi stop narkoba dan diharapkan membentuk satgas anti narkoba di masing-masing SKPD.
Haris menambahkan, dalam pertemuannya dengan Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Mohie tersebut, pihaknya juga berharap terbentuknya suatu regulasi berbentuk Peraturan Daerah (Perda) yang mengakomodir beberapa hal tentang penyalahgunaan narkoba yang belum sempat diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009.
Dia mencontohkan perlunya aturan tentang pembatasan umur bagi pembeli obat-obatan bebas yang kerap disalahgunakan anak-anak dan remaja seperti obat batuk sirup dan peraturan bagi peternak untuk mengelola kotoran hewan.“Perlu juga pengawasan dan aturan khusus bagi para peternak untuk mengelola kotoran hewan agar tidak mudah diakses oleh anak di bawah umur,”ujarnya.
Sebagaimana kita ketahui, tambah Abd. Haris Pakaya, salah satu jenis jamur yang tumbuh di atas kotoran sapi memiliki sifat narkosilepsis dan kerap disalahgunakan oleh anak-anak.”Alhamdulillah usulan tersebut mendapat respon positif dari Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie,”tuturnya.
Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Mohie pada kesempatan itu, berjanji akan segera menindaklanjuti Telegram Mendagri dengan melakukan sosialisasi stop narkoba dan membentuk Satgas di semua lini masyarakat, mulai dari aparat desa/kelurahan, kecamatan, karang taruna, dan seluruh instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango.
Di samping itu, kata Faisal Mohie pihaknya bersama Komisi I DPRD Bone Bolango yang membidangi masalah hukum, juga berjanji akan mempertimbangkan usulan rancangan Perda mengenai Pembangunan Kawasan Bebas Narkoba.“Niat ini kami ikhtiarkan semata-mata dalam rangka menyelamatkan anak-anak dan remaja para generasi muda penerus bangsa,”bebernya. (Hms BNNK/Jamil/Hms/Kadir)

Kesehatan, Uncategorized

Dikes Peringati Warganya Terhindar Limbah RT

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, peringati warganya untuk menjauhkan sumur dari air buangan limbah rumah tangga (RT).

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Sul Mamahit, mengatakan minimal 10 meter jarak sumur dengan pembuangan limbah, agar aman dari pencemaran.

“Limbah paling bahaya itu sisa sabun cuci. Jika pembuangan tidak langsung terhubung dengan saluran, maka pencemaran bisa saja terjadi pada sumur gali. Apalagi airnya dipakai untuk minum,” katanya, Senin.

Ia menyarankan agar masyarakat membuat saluran pembuangan yang aman. Saluran itu langsung terhubung dengan drainase, agar langsung dibawa ke sungai.

Lanjutnya, limbah sabun cuci mengandung “nitrat”. Jika bahan kimia itu dikonsumsi, tumbuh akan mengubahnya menjadi “nitrit”. Bahan itulah yang kemudian menjadikan badan bayi menjadi kebiru-biruan.

“Nitrat yang telah menjadi “nitrit” sangat berbahaya bagi bayi adan perempuan. Bahaya air limbah masuk ke sumur, sudah sering kami sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengaku memiliki petugas di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk memberi pendampingan kepada warga agar terhindar dari bahaya limbah rumah tangga.

Untuk itu Sul dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango berharap agar warganya menerapkan pola hidup yang sehat.

“Kami tak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada warga agar mereka terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama di bulan Ramdan,” tutupnya.

Kesehatan, Uncategorized

Bone Bolango Raih Penghargaan Paramesti Dari Menkes RI

213427559151932.jpgBONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali menorehkan prestasi yang gemilang di awal sementer II tahun anggaran 2017, dengan menerima piagam penghargaan Paramesti dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI.
Penghargaan tersebut diberikan Menkes RI Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K) melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI dr. H. Mohamad Subuh, MPPM kepada Pemkab Bone Bolango karena telah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Piagam penghargaan diberikan kepada Bupati Bone Bolango yang pada saat itu diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kebudayaan, dr. Rusli A. Katili, MARS, bertempat di Hotel The Alana and Convention Center, Yogyakarta, Rabu (12/7).
Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kebudayaan, dr. Rusli A. Katili, MARS saat dihubungi lewat via telpon selulernya, Rabu (12/7) malam mengatakan, Pemkab Bone Bolango mendapatkan apresiasi berupa piagam penghargaan Paramesti dari Menkes RI, ini berkaitan dengan kepedulian dan kebijakan pemerintah daerah dalam upaya mengatasi dampak dari konsumsi tembakau (rokok) melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
“Seharusnya dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan Pemkab Bone Bolango. Seharusnya Bone Bolango sudah dapat piagam penghargaan Pastika Parahita. Tetapi karena Perda tersebut, belum terlaporkan ke Kemenkes RI, maka baru mendapatkan piagam penghargaan Paramesti,”kata Rusli Katili.
Rusli Katili menyebutkan ada 3 kategori penghargaan yang diberikan oleh Kemenkes RI kepada kabupaten/kota yang telah memberikan kepedulian dan kebijakan terhadap upaya mengatasi dampak dari konsumsi tembakau (rokok).
Ketiga kategori penghargaan tersebut, antara lain kategori pertama Pastika Parama (adalah kabupaten/kota yang sudah memiliki Perda KTR dan sudah mengimplementasikannya). Selanjutnya, kategori kedua, Pastika Parahita (sudah memiliki Perda KTR, tapi belum mengimplementasikannya), dan kategori ketiga Paramesti (kabupaten/kota yang sudah memiliki Perbup KTR).
“Kedepan Insya Allah kita akan langsung mengintensipkan dan mengimplementasikan penerapan Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang KTR yang sudah ada, diberbagai sektor. Sehingga bisa mendapatkan penghargaan tertinggi, yakni kategori pertama Pastika Parama,”ujar Rusli Katili.
Sementara itu, Bupati Bone Bolango Hamim Pou secara terpisah mengatakan, penghargaan ini merupakan sebuah pengakuan dari pemerintah, bahwa Pemkab Bone Bolango telah ikut serta dalam mensukseskan pembangunan kesehatan dan telah menerapkan kebijakan lain dalam pengendalian konsumsi hasil tembakau.
Kata Bupati, dengan adanya penghargaan ini, maka kita akan mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di semua kantor OPD, kecamatan, puskesmas, desa, sekolah, masjid, dan tempat umum lainnya di Bone Bolango.
”Karena itu, mulai besok, Kamis (13/7) red, seluruh pejabat di Bone Bolango dilarang merokok,”tegas Bupati Hamim Pou dalam pesan singkatnya di aplikasi media sosial groub Whatsapp (WA) resmi Pemerintah Daerah Bone Bolango, yakn WA Bone Bolango Cemerlang (BBC), Rabu (12/7) siang. (Humas/Kadir)