desa, Keuangan, Uncategorized

Bupati Roadshow Monitor Penggunaan Dana Desa

18839237_1948646188757528_6948612353897882042_n.jpgBupati Hamim Pou keliling kecamatan, memonitoring penggunaan dana desa. Anggarannya ke mana? Apa kontribusi untuk warganya. Sudah tiga Kecamatan disambangi Bupati. Seluruh Desa di kecamatan tersebut harus presentase jumlah anggaran di desa, kemanfaatannya hingga jumlah rumah tangga miskin. Dimana di setiap akhir kegiatan ada penandatangan kesepakatan dengan Bupati dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.
“Kita sudah beberapa kali menggelar rapat kerja desa, memonitoring mengevaluasi sejauh mana penggunaan dana desa serta efektifitas pengelolaan dana desa dalam rangka perbaikan layanan publik di desa dan paling penting penurunan angka keluarga miskin,”tegas Bupati saat rapat kerja desa dalam rangka monitoring dan evaluasi dana desa dan alokasi dana desa di Kecamatan Suwawa Selatan akhir pekan kemarin.
Bupati mengatakan, pengawasan terhadap dana desa itu penting. Ini perlu di monitoring secara langsung, oleh karena itu kita menggelar rapat koordinasi dan evaluasi dengan harapan dana desa bisa memberikan kemanfaatan.
“Tugas utama kita itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, saya khawatir bila tidak ada evaluasi tanggung jawabnya kurang. ini juga jadi pertanggung jawaban ke pemerintah pusat,”jelas Bupati dan mengatakan, diakhir kegiatan Raker ini ada penandatanganan kontrak kinerja antara bupati dan kades terkait komitmen untuk menurunkan jumlah keluarga miskin. (hms)

19961550_1948646308757516_5034254792121325152_n.jpg

Advertisements
desa, Ekonomi, Keuangan, Uncategorized

Dana Desa-ADD Harus Berkolerasi Pada Penurunan Angka Kemiskinan

65275415850896BONE BOLANGO – Seiring dengan adanya pengalokasian Dana Desa (DD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Alokasi Dana Desa (ADD) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan di desa terus menurun.
Penegasan ini disampaikan Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat memberikan arahan pada rapat koordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan Botupingge tahun 2017 yang diikuti seluruh aparat desa se Kecamatan Botupingge, bertempat di Aula Kantor Camat Botupingge, Kamis (13/7).
Bupati Hamim Pou pada kesempatan tersebut, meminta dan memerintahkan kepada seluruh aparat desa di Kecamatan Botupingge agar penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa dan ADD harus berkolerasi pada dua hal, yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa.“Dua hal itu yang saya minta dari bapak dan ibu Kepala Desa disini, yaitu kemiskinan harus turun, lalu pelayan publik semakin membaik di desa saudara-saudara,”tegasnya.
Kata Bupati, nantinya dua hal yakni penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa, ini akan menjadi raport bagi para kepala desa yang sudah mau berakhir masa jabatannya dan ingin maju lagi di dalam pemilihan kepala desa periode berikutnya.
”Jadi jika kedepan ada pemilihan kepala desa, maka saya akan melihat capaian dari dua hal tersebut. Kalau mau maju lagi, maka kinerjanya harus baik dan pekerjaannya harus bagus dengan dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan dan membaiknya pelayanan publik di desanya,”ujar Bupati Hamim Pou.
Tegas Bupati, penurunan angka kemisninan dan perbaikan layanan publik di desa menjadi salah satu instrumen dari kontrak kinerja para kepala desa dengan Bupati.”Ini menjadi salah satu instrumen untuk menilai kinerja apakah kepala desa tersebut, sebagai petahana yang ingin mau maju lagi di pemilihan kepala desa periode berikutnya, layak diberi rekomendasi atau tidak oleh kepala daerah,”ujar Bupati Hamim Pou.
Bupati Hamim Pou menyebutkan bahwa Kecamatan Botupingge saat ini masih memiliki jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 479 RTM.”Sebanyak 479 RTM ini, kalau dihitung-hitung setiap desa dari 9 desa di Kecamatan Botupingge mengeluarkan 15 RTM setiap tahunnya, maka ada 135 RTM yang keluar dari RTM setiap tahun,”tandasnya.
Karena itulah, lanjut Bupati sengaja dia turun langsung berdiskusi dengan seluruh kepala desa dan aparat desa se Kecamatan Botupingge. Kenapa saya keliling bertemu dengan para kepala desa dan perangkat desa disini?. Ini semata-mata ingin mendisikusikan tentang bagaimana menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Botupingge yang masih 479 RTM tersebut.
Bupati menambahkan saat ini dan kedepannya kita punya target dan tekad bahwa jumlah penduduk miskin RTM di Bone Bolango dari tahun ke tahun harus turun. Tidak boleh naik atau bertambah. Apalagi sekarang uang di desa sudah banyak, maka ini harus berkolerasi pada penurunan angka kemiskinan.
“Dulu tidak ada uang di desa ada penurunan kemiskinan, sekarang uang di desa banyak lalu kemiskinan tidak turun, maka ini akan menjadi pertanyaan besar kemana uangnya? Apakah kepala desa dan perangkatnya bekerja atau tidak. Apakah rakyat pilih atau tidak. Ini menjadi gugatan sekaligus menjadi renungan buat kita semua,”pungkas Bupati Hamim Pou. (Humas/Kadir)

desa, Uncategorized

Ada Jaring Asmara di Desa Huntu Barat

emerintah Desa Huntu Barat  bersama  BPD dan LPM bekerja extra dalam mewujudkan kesejahtraan masyarakatnya, langkah konkrit yang dilakukan ialah Program JARING ASMARA (Jaring Aspirasi Masyarakat) yang laksanakan sekali dalam setahun yakni pada akhir tahun. JARING ASMARA ini dilakukan pada tiga dusun yang ada di desaHuntu Barat, masing-masing dusun terdapat dua titik pertemuan. “Program ini telah kami jalankan dari tahun 2011, waktu itu kepala desanya masih Almarhum Gunadi Habibi dan saya masih menjabat sebagai sekertaris desa” tutur Kepala Desa Huntu Barat Arfan Badjeber saat diwawancarai oleh tim redaksi KAMBUNGU “Usulan-usulan yang dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat bisa kami tangani dengan cepat, istilahnya menjemput bola” tambahnya.

Warga masyarakat merasa senang dengan adanya program JARING ASMARA ini, pasalnya masyarakat mendapat pelayanan yang cepat dan tepat guna. 12 rumah telah mendapatkan jaringan listrik, peternak mendapatkan bantuan sapi, petani mendapatkan bantuan bibit dan pupuk, ibu hamil mendapatkan pelayanan dengan baik, tidak ada anak yang putus sekolah, pelayanan kesehatan pun berjalan dengan baik. maka tidak heran Desa Huntu Barat menjadi Pemenang pertama dalam lomba desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, dan mendapatkan bonus berupa 1 unit motor untuk operasional desa.

Semenjak pembentukan Desa Huntu Barat tahun 2007 hingga hari ini belum memiliki kantor desa, maka inisiatif Pemerintah Desa bersama BPD dan LPM pada tahun 2015 ini untuk membangun kantor desa, pengerjaan baru pembangunan pondasi dan penimbunan pondasi. Semua anggarannya berasal dari Swadaya masyarakat, “kami telah beberapa kali meminta petunjuk kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi apaka bisa dana ADD untuk pembangunan kantor desa Baru? jawaban mereka TIDAK BISA, adapun dana untuk pembangunan kantor desa baru hanya untuk desa terpencil, sedangkan desaHuntu Barat telah masuk dalam kategori desa maju, maka inisiatif PEMDES, BPD dan LPM untuk miminta swadaya masyarakat. bagi petani dimintakan padi satu gantang dan bagi PNS untuk menjalankan proposal ditempat dia bekarja” Jelas Arfan  “Kuncinya untuk membangun desa ialah menumbuhkan semangat gotong royong (Huyula), serta harus ada sinergi antara Pemerintah Desa dan Masyarakat, tanpa dukungan masyarakat, Pemerintah desa takkan berhasil. dan tanpa Pemerintah desa, masyarakat tak bisa menyalurkan aspirasi” tambahnya. Pada bulan Mei ada yang namanya BBGRM (Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat) setipa hari minggu selama bulan mei Pemerintah desa mengajak masyarakat untuk bergotong royong menata keindahan desa.

Potensi terbesar yang ada di Desa Huntu Barat ialah sektor pertanian dan Perkebunan yang mencapai  Luas 47.01 Ha dari total Wilayah desa 93 Ha. Suatu kebanggaan bagi masyarakat huntu barat karena setiap ada studi banding dari daerah lain tentang Holtikultura maka Desa Huntu Barat lah yang dirujuk oleh pemerintah Provinsi sebagai lokasi percontohan. Mahasiswa Pertanian dan anak-anak SMK jurusan pertanian, sering mengadakan penelitan dan praktek studi di sini.

desa, Uncategorized

Desa Boidu Penghasil Hortikultura

Desa Boidu merupkan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango, yang memiliki Luas Desa 554 Ha dengan luas area pertanian dan perkebunan 120.5 Ha. Desa Boidu memiliki jumlah penduduk 817 jiwa dengan jumlah kk 221, dengan jumlah yang ada Desa Boidu tergolong Desa yang kecil dengan jullah penduduk yang tidak tergolong banyak, namin di sisi lain DesaBoidu ini tidak bisa hanya di pandang sebelah mata, pasalnya Desa yang terletah di wilayah Kecamatan Bulango Utara ini memiliki banyak hasil pertanian yang melimpah.

Hasil perttanian  di Desa Boidu ini saat signifikan karena Desa Boidu mayoritas masyarakatnya adalah petani, Desa ini juga memiliki tanah yang subur yang sumbur akan tanaman Hortikultura yang sejatinya adalah tanaman kebutuhan sehari-hari seperti jagung, Tomat,cabai dan Sayur-sayuran. semua jenis tanaman tersebut tumbuh subur di Desa Boidu, Bukan hanya itu, Desa ini juga memiliki hasil dari peternakan sepeti Ayam Buras, Kambing Dan Sapi yang juga menjadi peliharaan para petani yang ada di Desa Boidu.

Terkait Dengan Dana Desa (DD) Desa Boidu rencanaya akan mendapatkan kucuran Dana Sekitar Rp. 592.659.000,- dengan anggaran yang besar ini kepala Desa Boidu Merencanakan dalam RPJMDes Tahun 2016 lebih memprioritaskan kepada pelatihan dan pemberdayaan petani selain itu juga dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang lebih memperhatikan para petani yang ada di DesaBoidu.

Menurut Kepala Desa Boidu Masri Polihito Mengatakan bahwa Dana Desa jelas saya akan prioritaskan kepada masyarakat petani karena masyarakat saya 80 persen merupakan petani pekebun, jadi masalah Dana Desa saya peruntukan untuk pembuatan infrastruktur Jalan Tani, kemudian pembelian alat seperti Handtraktor dan peralatan pertanian lainya. “hal ini saya lakukan agar produktivitas meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut meningkat” Kata Kepala Desahasil pertanian (4)